Kambo dan Budidaya Lebah Madu

Posted on Januari 10, 2010 by

1


Tulisan ini masih berkaitan dengan postingan sebelumnya oleh saudara Odhy tentang penelusuran salah satu daerah yang letaknya berada di salah satu pegunungan yang kebetulan nama gunung tersebut sama dengan nama daerahnya, yaitu Kambo. Baca postingan sebelumnya, “Suatu Sore di Gunung Kambo”.

Kambo, sebenarnya adalah sebuah nama seorang pejuang dalam sejarah perjuangan tanah Luwu beberapa puluh tahun yang lalu. Entah mengapa daerah yang berada di salah satu ketinggian Kota Palopo ini diberi nama Kambo, jadi untuk mengetahui asal mula pemberian nama untuk daerah tersebut dibutuhkan seseorang sejarahwan atau paling tidak tetua-tetua adat untuk menjelaskannya. Penulis kali ini akan membahas tentang salah satu mata pencaharian dari penduduk yang berada di desa Kambo yang begitu menarik perhatian dari penulis yaitu budidaya lebah madu.

Jika ditilik dari letak geografis desa Kambo, memang memiliki banyak potensi-potensi yang bisa dikembangkan terutama salah satunya disektor pariwisata. Didukung oleh letaknya yang berada di salah satu ketinggian dengan panorama alam yang indah terkesan alami, dengan udara pegunungan yang segar dan jauh dari kebisingan kota dan polusi sehingga menjadikan Desa Kambo adalah sebuah potensi wisata yang suatu saat akan “meledak” menjadi salah satu daerah kebanggaan dari Kota Palopo jika dikelola dengan serius.

Selain potensi wisatanya yang menawarkan panorama yang indah dan udara yang masih segar, salah satu potensi wisata yang dapat ditawarkan menurut penulis yaitu keberadaan dari jenis usaha budidaya lebah madu yang dalam beberapa bulan ini merupakan salah satu mata pencaharian dari sebagian penduduk yang berada di Desa Kambo. Budidaya Lebah Madu dapat dijadikan  wisata keluarga untuk memberikan pengetahuan bagi anak mengenai kehidupan lingkungan luar, dapat juga sebagai objek penelitian untuk kepentingan pendidikan yang tidak didapatkan dalam lingkungan sekolah, maupun hanya sebagai objek wisata bagi umum yang ingin mengetahui cara membudidayakan lebah madu. Mudah-mudahan ini bisa dijadikan masukan bagi pemerintah kota Palopo kedepannya.

Dari hasil bincang-bincang dengan salah satu penduduk setempat yang kebetulan memiliki usaha pembudidayaan lebah madu, kalau untuk saat ini telah ada dua kelompok peternak dimana setiap kelompok memiliki ± 20 anggota. Jadi boleh dikatakan kalau jenis usaha yang lagi marak tersebut adalah salah satu mata pencaharian kedua penduduk Desa Kambo setelah bertani.

Budidaya lebah madu adalah salah satu jenis usaha yang unik, dimana usaha menghasilkan madu ini masih kurang digeluti oleh sebagian orang dikarenakan lokasi budidaya lebah yang tidak sembarang tempat. Diperlukan lokasi yang memadai dan keadaan alam yang menunjang untuk jenis usaha ini, itu pasti dan Desa Kambo memiliki persyaratan itu.